Posts

Philippe Coutinho Dituding Menjadi Biang Kerok Kekalahan Barcelona

DRAGON303 – Sebuah kritikan keras diberikan Fabio Capello kepada Philippe Coutinho. Mantan manajer Timnas Italia itu percaya bahwa sang playmaker tidak memberikan dampak yang nyata sehingga timnya dikalahkan Liverpool dini hari tadi.

Barcelona sendiri diyakini sudah menjejakkan satu kaki di Final Liga Champions musim ini. Tim asal Catalunya itu dijagokan akan bermain di Wanda Metropolitano setelah mereka mengalahkan Liverpool dengan skor 3-0 di leg pertama Semifinal Liga Champions musim ini.

Di leg kedua yang digelar di Anfield dini hari tadi, Barcelona datang dengan kekuatan penuh. Sejumlah pemain intinya diistirahatkan jelang laga ini agar mereka bisa mengamankan tiket ke final Liga Champions musim ini.

Namun kenyataannya, Barcelona yang turun dengan skuat terkuat mereka malah terperosok pada laga itu. Mereka tumbang dengan skor 4-0 di Anfield, sehingga mereka batal bermain di Final Liga Champions musim ini.

BACA JUGA : Reaksi Legenda Klup Soal ” Cameback ” Liverpool Dari Barcelona

Pada pertandingan itu, Valverde mencoba bermain aman sejak awal laga. Ia menurunkan susunan pemain yang sama seperti saat ia memainkan partai leg pertama di Camp Nou.

Di mata Capello, keputusan Valverde itu terbukti sembrono. Ia menilai dengan susunan tim yang sama, Liverpool bisa membaca dengan jelas permainan Barcelona sehingga mereka tahu celah-celah yang bisa digunakan untuk meredam permainan sang tamu.

Salah satu pemain yang menjadi sorotan Capello pada pertandingan ini adalah playmaker Barcelona sekaligus mantan pemain Liverpool, Philippe Coutinho.

Capello menilai pemain asal Brasil itu sama sekali tidak tampil dengan impresif sehingga ia tidak berkontribusi sama sekali ketika timnya kesulitan menghadapi Liverpool.

unai emery

Unai Emery Kewalahan Dengan Jadwal Padat Arsenal

DRAGON303 – Sebuah pengakuan ungkapkan oleh Unai Emery. Pelatih Arsenal tersebut mengakui cukup keteteran dengan jadwal padat yang harus dihadapi timnya.

Finish di peringkat 6 klasemen akhir EPL pada musim lalu, Arsenal berhak bermain di Liga Europa. Itu berarti musim ini mereka harus bermain di empat kompetisi, yaitu Liga Inggris, Liga Europa, Piala Liga dan FA Cup.

Pada bulan Oktober ini Arsenal mulai merasakan jadwal yang padat. Mereka harus bermain setiap tiga hari sekali sehingga tidak ada waktu istirahat yang cukup bagi timnya.

Emery sendiri mengaku cukup kewalahan menghadapi jadwal padat ini. “Ya, jadwal ini cukup membuat saya kesulitan,” ujar Emery seperti yang dikutip Sportsmole.

BACA JUGA :  Juventus Dukung Ronaldo Atas Tuduhan Kasus Pemerkosaan

Meskipun menjalani jadwal yang cukup padat, Emery mengakui bahwa dirinya tetap menjadikan Liga Inggris sebagai prioritas utama mereka.

Premier League adalah kompetisi yang sangat sulit. Ini adalah liga tersulit di dunia untuk saat ini.”Enam tim teratas setiap musimnya harus memainkan banyak pertandingan di Premier League, Piala domestik dan juga di Eropa.”

“Saya rasa semua tim ingin bermain dengan baik di Premier League, karena kompetisi ini adalah prioritas utama bagi kami tanpa mengesampingkan piala domestik dan Liga Europa.”

Dengan cukup kesulitan, akan tetapi Emery optimis mampu membawa Arsenal keluar dari situasi ini karena ia punya pengalaman yang kaya dalam sitausi seperti ini.

“Saya punya pengalaman untuk mengatasi situasi ini karena saya sudah 12 musim beruntun bermain di Eropa. Enam musim bermain di Liga Champion dan enam musim di Liga Europa, sehingga saya sudah punya kebiasaan untuk ini.”

BACA JUGA : Griezmann Cetak Gol ke-8000 Liga Champions

“Kami akan menyeimbangkan setiap pertandingan yang ada dengan seluruh pemain kami, karena para pemain kami sudah kami siapkan untuk bermain di setiap pekan. Saya normalnya akan melakukan rotasi, namun ketika saya memutuskan seorang pemain bermain tiga kali dalam satu minggu, maka mereka sudah siap.” tandasnya.

Arsenal sendiri akan melakoni laga cukup berat di akhir pekan ini di mana mereka akan bertandang ke markas tim promosi, Fulham di pertandingan pekan ke 8 EPL musim ini.